Wooow cukup lama blog juga ini terbengkalai atau lebih tepatnya terlupakan..*maap yak..
Ada yang bilang kalau menulis itu mengalir saja, iya mengalir saja. Tapi untuk saya, menulis itu butuh energi ekstra. Bukan energi dalam artian tenaga yang dihasilkan oleh sari-sari makanan, tapi energi untuk merasa percaya diri.
Rasanya berat dan sulit sekali mengungkapkan sesuatu dalam tulisan. Ada saja yang membuat saya tidak pede. Terlebih ketika membaca tulisan beliau-beliau penulis yang tatanan kalimatnya sangat apik...*hwaaa langsung masuk rumah siput deh saya, minder.
Oke, sejenak. Lupakan minder. Lupakan bagus atau tidak.
Saya menulis ini...
ayunita's blog
bercerita di beranda
Rabu, 03 Desember 2014
Minggu, 08 Juni 2014
Air mineral dan telat natur
Cerita ini dimulai semenjak Shanum sering main ke rumah
tetangga. Tetangga kami sangat baik. Saking baiknya, hanya lewat saja kadang
sudah dinanti dengan sekantong plastik makanan kecil ketika lewat lagi. Mulai
dari keripik sampai brownies *joget.
Nah beberapa hari ini, Shanum sering bawa pulang air mineral
gelasan. Mungkin karena saya dan suami juaarang banget kasih air mineral,
jadilah sangat tertarik minum pakai sedotan dari gelas transparan itu. Tidak
pernah habis satu gelas sih, tapi cukup membuat perut Shanum penuh air.
Tidak sampai setengah jam setelah minum air mineral itu,
anak perempuan kami selalu pipis dengan kuantitas lebih dari biasanya. Tidak cukup
sekali lho, perkiraan saya 10 menitan sudah pipis lagi (ngompol). Biasanya sih
sejam sekali baru pipis dan kasih kode minta diantar ke kamar kecil. Sehari-hari
Shanum memang tidak pernah memakai pospak ataupun clodi, jadi ya kalau telat “natur”
bakalan basah kemana-mana. Eiits walaupun tidak pakai pospak, saya tidak
terlalu repot karena sudah terbiasa kasih kode, nepok-nepok pantat gitu..hee lucu
banget.
Oke, kembali ke air mineral. Pipis yang over itu tidak hanya
terjadi sekali tapi selalu setelah minum air mineral. Saya tidak tahu kenapa. Tebakan
saya sih karena air mineral tidak dimasak (direbus) terlebih dahulu sedangkan
Shanum biasa minum air matang direbus yang sumbernya dari air sumur *wus detail
amat yak? Alhasil tiap minum air mineral, saya selalu stanby "natur" kalau tidak ya bakal ada tambahna cucian..hadeew.
Pernah kepikiran, kalau suatu saat diajak keluar kota dan minumnya
full air mineral, harus siap clodi banyak nih..hee
- natur, ditatur : toilet training dalam istilah jawa.
Sabtu, 07 Juni 2014
Muda dan Sedekah
Pagi di lampu merah Sagan, Yogya memang padat. Maklum dekat dengan beberapa kampus. Waktu itu saya berada di baris kedua pinggir kiri antrian lampu merah. Saat lampu sudah menunjukkan warna hijau, bersiap tancap gas dong. Eh mas-mas depan saya (terlihat anak kuliahan) malah sibuk mencari sesuatu di kantong celananya. Ada rasa kesal giman gitu, lampu sudah hijau malah sibuk sendiri. Beberapa detik kemudian, selembar uang kertas, entah berapa nilainya, dia berikan kepada simbah-simbah dekat tiang lampu merah. Ah jadi pengen malu sendiri. Saya kira mas-mas itu mau membuka hp, ternyata hendak sedekah.
**Kejadiannya sudah lebih dari 5 tahun lalu, saat saya masih kuliah tapi masih selalu saya ceritakan. Masih muda dan tidak ragu sedekah, walaupun sekarang sudah tidak diijinkan lagi memberi pengemis di pingir jalan. Mungkin mas-mas itu masih rajin sedekah sampai sekarang, hanya berbeda cara dan sasarannya. Semoga.
Senin, 17 Maret 2014
Hati senang, asi lancar
Obrolan kemarin sore.
Saya (S) : Yah, sekarang jarang update status ya?
Ayah (A) : maksudnya update status yang gimana?
S : Yang sayang-sayangan, yang mesra gitu lho. Kayak mas yang itu tuh ... :D
A : Ya udah, ini update status saya hari ini, biar asi tambah lancar. (sambil menunjukkan bukti transfer OS)
S : hahaaaaa... asi dijamin lancar deh, matur nuwun ayah :)
A : Sama-sama
Hati senang, asi lancar.
Eeiiits bukan saya mengajak belanja di OS lho. Yang lebih penting adalah dukungan kita terhadap ibu menyusui. Menyusui itu ada suka, ada duka. Yuuk bantu ibu menyusui agar tetap semangat ng-asi.
selamat ng-asi.
semangat ng-asi.
Langganan:
Postingan (Atom)