Cerita ini dimulai semenjak Shanum sering main ke rumah
tetangga. Tetangga kami sangat baik. Saking baiknya, hanya lewat saja kadang
sudah dinanti dengan sekantong plastik makanan kecil ketika lewat lagi. Mulai
dari keripik sampai brownies *joget.
Nah beberapa hari ini, Shanum sering bawa pulang air mineral
gelasan. Mungkin karena saya dan suami juaarang banget kasih air mineral,
jadilah sangat tertarik minum pakai sedotan dari gelas transparan itu. Tidak
pernah habis satu gelas sih, tapi cukup membuat perut Shanum penuh air.
Tidak sampai setengah jam setelah minum air mineral itu,
anak perempuan kami selalu pipis dengan kuantitas lebih dari biasanya. Tidak cukup
sekali lho, perkiraan saya 10 menitan sudah pipis lagi (ngompol). Biasanya sih
sejam sekali baru pipis dan kasih kode minta diantar ke kamar kecil. Sehari-hari
Shanum memang tidak pernah memakai pospak ataupun clodi, jadi ya kalau telat “natur”
bakalan basah kemana-mana. Eiits walaupun tidak pakai pospak, saya tidak
terlalu repot karena sudah terbiasa kasih kode, nepok-nepok pantat gitu..hee lucu
banget.
Oke, kembali ke air mineral. Pipis yang over itu tidak hanya
terjadi sekali tapi selalu setelah minum air mineral. Saya tidak tahu kenapa. Tebakan
saya sih karena air mineral tidak dimasak (direbus) terlebih dahulu sedangkan
Shanum biasa minum air matang direbus yang sumbernya dari air sumur *wus detail
amat yak? Alhasil tiap minum air mineral, saya selalu stanby "natur" kalau tidak ya bakal ada tambahna cucian..hadeew.
Pernah kepikiran, kalau suatu saat diajak keluar kota dan minumnya
full air mineral, harus siap clodi banyak nih..hee
- natur, ditatur : toilet training dalam istilah jawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar